Cara Menjadi Detektif Dengan Singkat

detektif

Cara Menjadi Detektif  Swasta Yang Profesional

Detektif merupakan seseorang yang berprofesi menyelidiki kasus-kasus yang sulit untuk dipecahkan. Biasanya investigator akan mengumpulkan bukti-bukti yang berhubungan dengan kasus yang sedang diselidiki. Detektif biasanya bekerja pada pemerintahan ataupun swasta dan juga terbagi menjadi beberapa kategori tergantung pada bidang pekerjaannya.

Bukti-bukti yang dikumpulkan biasanya terdiri dari barang pribadi, sidik jari, surat atau catatan, plat nomor, benda atau alat yang digunakan untuk membunuh, apakah terdapat bekas atau luka pada tubuh korban, dan lainnya. Bukti-bukti inilah yang akan dikumpulkan kemudian dibuat analisis bagaimana bisa kejadian tersebut terjadi, apa motifnya, perkiraan tersangka, kapan kejadian tersebut terjadi, dan lainnya.

Kemampuan yang Harus Ada Pada Seorang Detektif

Tidak mudah menjadi seorang detektif karena harus melalui seleksi dan pelatihan yang sangat ketat mengingat kasus yang ditangani juga tidak main-main. Maka dari itu seorang intel swasta harus memiliki kemampuan dasar untuk menjalankan profesi detektif. Berikut terdapat beberapa kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang detektif.

  1. Kemampuan Observasi

Kemampuan observasi merupakan sebuah kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh seorang Investigator. Kemampuan observasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengamati berbagai hal, kejadian, benda, dan lain-lain di sekelilingnya. Kemampuan ini bukan hanya untuk mengamati objek atau hal besar saja namun untuk mengamati hal-hal yang kecil sekalipun dengan sangat detail.

Kemampuan ini dapat melatih tingkat ketelitian seseorang karena diharuskan untuk mengamati segala sesuatu dengan sangat detail bahkan juga membutuhkan konsentrasi yang tinggi agar tidak mudah terganggu dengan hal-hal lain. Melakukan observasi bukan hanya melihat pandangan dari satu sisi saja namun juga dari segala sisi lain dari sudut pandang yang berbeda.

Dengan mengamati berbagai hal dan kejadian secara cermat dan teliti hingga sedetail apapun akan membantu mendapatkan informasi dan bukti-bukti yang lebih banyak. Terkadang beberapa hal memang terlihat seperti tidak ada kaitan dengan kasusnya namun ternyata setelah diselidiki, informasi tersebut memiliki kaitannya bahkan dapat memberikan kunci dari kasus yang sedang ditangani.

  1. Membaca Bahasa Tubuh

Kemampuan ini juga penting karena hampir semua orang secara tidak sadar melakukan komunikasi non-verbal. Hal-hal terkecil sekalipun mulai dari dahi yang berkerut, alis yang bertautan, sudut mulut yang tertarik ke atas, gerakan tangan, dan bahasa tubuh lainnya bisa dijadikan sebagai acuan apakah orang tersebut berbohong atau tidak.

Kemampuan ini juga bisa dikatakan masuk ke dalam kemampuan psikologi. Maka dari itu agen investigasi juga diajarkan untuk mempelajari psikologi yang akan membantu seorang investigator melakukan penyelidikan dengan cepat dan juga bisa lebih teliti tanpa melewatkan informasi-informasi penting apapun.

  1. Deductive Reasoning (Analisis Deduktif)

Analisis deduktif juga menjadi kemampuan yang wajib ada pada setiap detektif tanpa terkecuali. Ilmu ini bisa dipelajari secara mendalam namun sebelumnya harus memiliki kemampuan observasi yang baik terlebih dahulu. Karena dengan melakukan observasi secara tepat dan teliti, maka seorang detektif bisa

melanjutkannya dengan melakukan analisis deduktif. Seorang detektif juga harus terbiasa dengan metode ilmiah yang diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Analisis deduktif memiliki sifat praktikal sehingga tidak hanya dijelaskan secara teori namun harus langsung diterapkan pada kehidupan sehari-hari agar bisa lebih mudah dipahami. Analisis deduktif ini juga bisa disebut sebagai kemampuan observasi tingkat lanjut. Maka dari itu kemampuan observasi dan analisis deduktif saling berkaitan satu sama lain. Hanya saja keduanya memiliki cara pelatihan yang berbeda-beda.

Analisis deduktif ini akan memudahkan dan memperlancar proses penyelidikan dan penyelesaian suatu kasus. Misalnya seorang detektif menemukan banyak informasi yang besar hingga yang kecil namun dengan analisis deduktif, detektif bisa lebih mudah menyimpulkan, menyambungkan, ataupun menganalisa informasi-informasi yang telah ditemukan.

  1. Social Engineering

Social Engineering merupakan sebuah kemampuan yang digunakan untuk memanipulasi seseorang. Kemampuan ini akan benar-benar sangat berguna apabila dikuasai dengan baik oleh seorang detektif. Kemampuan ini juga akan membantu seorang detektif mendapatkan jawaban atas kasus yang sedang diselidikinya bahkan jawaban yang didapatkan bisa tidak terduga dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Social Engineering ini bisa dikuasai oleh siapa saja dan memang bukan hanya dikhususkan untuk detektif. Hanya saja, kemampuan ini sering disalahgunakan oleh orang-orang jahat yang menguasainya. Orang jahat biasanya mengambil keuntungan untuk diri sendiri dengan menggunakan Social Engineering dengan memanipulasi orang lain.

Untuk itulah seorang detektif harus lebih cermat lagi dibandingkan para penjahat. Maka dari itu Social Engineering perlu dipelajari dengan baik oleh para detektif agar bisa mendapatkan jawaban dan penyelesaian dari kasus yang sedang diselidiki. Seorang detektif juga tidak boleh sampai lengah dan memang harus lebih pintar dari tersangka atau orang yang dicurigai.

  1. Kemampuan Mengingat

Seorang detektif harus memiliki kemampuan mengingat yang baik karena mengingat sangatlah dibutuhkan pada semua kasus. Semuanya memerlukan daya ingat yang tinggi dari seorang detektif. Maka dari itu kemampuan yang satu ini sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan. Apabila kemampuan daya ingat tidak diasah maka seseorang akan sulit memecahkan suatu kasus.

Daya ingat ini dibutuhkan ketika melihat hal-hal yang dianggap penting maupun yang terlihat jauh dari kata penting karena bisa saja sesuatu yang tidak terlihat penting ternyata memiliki hubungan yang berkaitan erat dengan kasus yang sedang ditangani. Detektif harus mengingat semua hal dengan sangat detail hingga hal-hal terkecil sekalipun.

Biasanya private investigator memang sudah umum menggunakan kamera atau sebuah buku catatan kecil untuk mengambil foto dari barang bukti ataupun hal-hal di area sekitar kejadian ataupun mencatat sesuatu yang penting dengan sangat detail di buku catatan. Namun terkadang agen investigator tidak sempat mengambil gambar atau mencatat hal-hal yang dilihatnya.

Terkadang suatu hal berlangsung dengan sangat cepat meskipun sudah di depan mata sehingga tidak sempat mengambil bukti berupa foto ataupun tulisan. Maka dari itu kemampuan mengingat dalam situasi seperti ini sangatlah dibutuhkan. Misalnya seperti ketika melihat wajah seseorang yang dicurigai, melihat plat nomor mobil, warna rambut, pakaian, perkiraan tinggi dan berat badan, waktu kejadian, dan hal-hal lainnya yang berlangsung tanpa sempat mengambil gambar.

Setelah melihat hal-hal tersebut, seorang agen investigasi tetap harus mengingat semua hal yang dilihatnya tanpa ada sedikitpun yang tertinggal. Karena bisa saja yang dilihatnya bisa menjadi informasi yang penting. Bukan hanya apa yang dilihat, apa yang didengar juga harus diingat sehingga ketika detektif mendapatkan informasi dari orang lain maka detektif harus mengingat apa yang disampaikan.

Di Indonesia ternyata terdapat detektif swasta yang sudah sangat terkenal yaitu Detektif Perselingkuhan Jack’s Angels. Jack’s Angels merupakan jasa investigasi swasta spesialis perselingkuhan untuk membantu orang-orang yang menjadi korban perselingkuhan untuk mencari bukti-bukti yang akurat.

Jack’s Angels sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun sehingga sudah memiliki metode penyelidikan yang tepat dan juga memberikan bukti yang sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Detektif Perselingkuhan Jack’s Angels bahkan pernah diwawancari oleh media online atau media televisi. Hal ini membuktikan bahwa Jack’s Angels memang sudah terpercaya dalam menangani kasus-kasus perselingkuhan di Indonesia.

 

 

Bagikan ke teman: