Mengenal Tentang Detektif Secara Lengkap di Indonesia

detektif

 

 

Bagi yang sudah sering menonton film pasti sudah sering mendengar atau melihat detektif di televisi. Bahkan saat ini sudah banyak terdapat film yang bertema detektif yang sudah menarik perhatian setiap pecinta film di dunia bahkan masyarakat Indonesia sendiri banyak yang tertarik dengan hal-hal berbau detektif.

Sebelum dunia perfilman mulai dikenal, buku-buku yang tersebar juga sudah ada yang membahas tentang detektif baik itu cerita nyata maupun cerita fiksi. Komik-komik juga banyak yang bercerita tentang detektif bahkan hingga saat ini masih diminati oleh masyarakat karena ceritanya yang seru dan menarik.

Tak jarang banyak yang mulai tertarik dengan dunia detektif setelah menonton atau membaca hal-hal berbau detektif bahkan ada yang sampai ingin menjadi detektif. Tentu saja hal ini tidak salah, setiap orang memiliki impiannya masing-masing. Namun pekerjaan detektif tidaklah mudah seperti yang anda pikirkan.

Ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu tentang detektif secara mendalam dan meningkatkan pemahaman dari berbagai aspek. Terlebih lagi detektif di Indonesia memang masih belum dikenal dan menjadi sebuah profesi pekerjaan yang masih kurang tren padahal cukup banyak peminat dan juga orang-orang yang membutuhkannya.

Pengertian Detektif

Kata detektif diambil dari kata detective dalam bahasa inggris. Detective sendiri merupakan sebuah kata dari gabungan dua kata detect dan elective. Detect bisa diartikan sebagai sebuah usaha untuk mencari tahu sesuatu dengan tujuan untuk menemukan kebenaran atau kenyataan sedangkan elective merupakan sesuatu yang ditunjuk atau menjadi pilihan di dalam hal ini yaitu merupakan orang atau institusi.

Sehingga secara etimologis, detektif merupakan orang atau institusi yang mencoba berusaha untuk menemukan kebenaran, kenyataan, dan juga penyebabnya. Bisa dikatakan bahwa detektif akan mencoba mengungkapkan kebenaran dari orang-orang yang melakukan pelanggaran hukum baik itu individu maupun berkelompok yang sulit diungkap karena kejahatan yang telah

ditutup rapat dan dimanipulasi agar bisa terhindar dari jeratan hukum dan tidak tertangkap.

Detektif biasanya identik dalam memecahkan dan menyelidiki kasus-kasus kriminal atau mencari informasi-informasi yang juga bersifat yang rahasia. Maka dari itu banyak yang menyebut detektif sebagai polisi rahasia.

Detektif juga bisa dikatakan sebagai seorang penyelidik yang biasanya bekerja sebagai seorang aparat penegak hukum. Bahkan di beberapa negara, ada juga detektif yang bekerja secara individu tanpa terikat dengan lembaga hukum dan dinas. Detektif ini biasanya disebut atau dikenal sebagai detektif swasta atau detektif partikelir (private investigators / private detective / private eye).

Apabila diartikan secara non formal dan biasanya berada pada cerita-cerita fiksi, detektif bisa diartikan sebagai seseorang yang memiliki lisensi atau tanpa lisensi yang bekerja untuk menyelidiki berbagai kasus kriminal atau kasus kejahatan. Pada departemen kepolisian, detektif juga menjadi sebuah jabatan atau pangkat yang diperoleh petugas polisi apabila telah melewati ujian tes tertulis.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa detektif dan polisi merupakan dua profesi yang berbeda. ada yang mengatakan bahwa detektif tidak harus bergabung di sekolah kepolisian. Pekerjaan keduanya juga berbeda karena dari awal sudah mendapatkan pelatihan, kemampuan, kualifikasi, dan kualitas yang berbeda-beda.

Menurut pendapat seseorang yang sudah lama berkecimpung di dunia penyelidikan, detektif merupakan sebuah profesi yang memiliki tugas untuk memecahkan suatu kasus yang masih belum terungkap dengan cara menggunakan metode yang terencana dan juga sistematis berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan kemudian dirangkai menjadi sebuah fakta yang bisa dipertanggungjawabkan untuk menemukan kebenaran dan kenyataan.

Kesimpulannya adalah pengertian detektif merupakan seseorang yang mengumpulkan, menganalisa, menyusun, dan melaporkan informasi-informasi yang telah ditemukan mengenai individu atau organisasi kepada klien yang menyewa jasa detektif. Detektif juga memiliki tugas untuk mendeteksi terjadinya tindakan-tindakan yang melanggar hukum dan aturan yang berlaku.

Detektif di Era Modern

Pemikiran setiap orang detektif memang berbeda-beda bahkan ada sebagian orang yang mengatakan bahwa sebenarnya detektif hanyalah merupakan sebuah profesi yang hanya ada pada cerita fiksi di novel, komik, ataupun film. Ada juga yang berpendapat bahwa detektif merupakan seseorang yang bekerja secara individu atau suatu badan swasta yang menerima panggilan dari klien atau orang-orang yang membutuhkan bantuan dalam memecahkan kasus kejahatan.

Namun sebenarnya detektif merupakan sebuah profesi yang benar adanya di beberapa negara meskipun jarang sekali didengar. Salah satu cerita yang sangat terkenal dan sudah melegenda tentang detektif yaitu tokoh Sherlock Holmes yang diciptakan oleh Sir Arthur Conan Doyle.

Dulunya, detektif identik dengan jubah, topi, dan kaca pembesar dikarenakan kisah dari Sherlock Holmes dengan karakter yang sama yang diceritakan hidup pada era Victoria. Memang pada satu itu detektif memiliki tren dengan menggunakan setelan dan jubah yang dilengkapi dengan topi. Tidak ketinggalan kaca pembesar yang digunakan untuk memperhatikan detail-detail sekecil mungkin.

Namun di era modern ini, peran dan karakter detektif mulai berkembang mengingat teknologi saat ini juga sudah semakin canggih berbeda dengan di masa lampau. Dengan adanya kecanggihan teknologi berupa alat-alat forensik di laboratorium maka peran detektif menjadi ke arah investigasi dan penyelidikan di masa sekarang dari yang semula mengumpulkan dan menyimpulkan teori-teori dari barang bukti yang telah ditemukan.

Banyak yang ingin menjadi detektif karena dianggap keren apalagi setelah melihat atau membaca cerita-cerita fiksi karena memiliki wawasan yang luas, ingatan yang kuat, analisis dan pemahaman psikologis, observasi yang detail, dan masih banyak lagi karena menjadi karakteristik yang ada pada karakter utama cerita fiksi. Namun tentu saja menjadi detektif di dunia nyata tidak semudah di dalam cerita fiksi.

Alasan Mengapa Detektif Itu Ada

Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa detektif ini bisa ada karena sebenarnya tidak mungkin muncul begitu saja apalagi setiap negara juga sudah memiliki profesi sebagai polisi. Detektif memang hadir karena adanya suatu alasan dan dorongan keras yang menjadi

landasan dibaliknya baik dalam dunia fiktif maupun dunia nyata. Terdapat beberapa hal yang melandasi adanya detektif.

  1. Lingkungan yang tidak beres

Detektif bisa dikatakan hadir dikarenakan faktor lingkungan bahkan terkadang sifat-sifat detektif bisa muncul pada seseorang secara tidak sadar karena dipengaruhi oleh lingkungannya. Biasanya muncul dikarenakan seseorang menyadari adanya pelanggaran hukum ataupun kejahatan yang terjadi di sekitarnya.

Manusia secara naluri memang sudah memiliki pikiran untuk memecahkan setiap masalah ketika menghadapi berbagai macam masalah dan juga ketika dihadapkan dengan sesuatu yang tidak beres sehingga harus diselesaikan.

Sama halnya seperti seorang ahli matematika yang tidak akan memiliki kegiatan apabila tidak memiliki masalah matematika yang harus diselesaikan, begitu pula dengan detektif. Jadi bisa disimpulkan bahwa detektif ada dikarenakan terdapat suatu masalah pada dunia yang tidak beres dan harus dicari penyelesaiannya.

  1. Adanya hukum yang mengatur kehidupan manusia

Seorang detektif biasanya memiliki pemahaman atas konsep hukum baik hukum yang tekstual dan juga hukum yang termanifestasi pada kehidupan dan tindakan sehari-hari. Namun tugas detektif bukanlah seseorang yang menindak hukum. Koordinat perjuangan detektif umumnya lebih ke penelusuran dan penyelidikan alasan dan penyebab mengapa pelanggaran hukum tersebut bisa terjadi.

Jadi detektif bisa dikatakan sebagai seorang yang bertugas untuk menghubungkan bukti dan cerita-cerita mulai dari sebelum terjadi hingga setelah terjadinya sebuah pelanggaran hukum misalnya seperti kasus pencurian, pembunuhan, dan kasus-kasus kejahatan lainnya yang sulit dipecahkan.

Detektif biasanya hanya akan mencari pelaku atau penyebab terjadinya suatu pelanggaran hukum. Apabila sudah menemukan jawaban dan penyelesaiannya, proses selanjutnya misalnya yaitu proses hukum sudah bukan menjadi tanggung jawab detektif.

Keahlian yang Harus Dimiliki Oleh Detektif

Detektif memiliki tugas yang berbeda-beda sesuai dengan kategori profesi detektif yang dijalankan. Namun umumnya detektif memiliki beberapa tugas yang sama dan harus menjadi salah satu keahlian yang ada sebagai dasar menjadi seorang detektif. Pemahaman mengenai tugas dan keahlian detektif haruslah benar-benar dipahami bagi yang ingin menjadi detektif atau yang hanya ingin sekedar menambah ilmu karena tertarik dengan dunia penyelidikan.

Bahkan dengan memahami tugas-tugas dan keahlian dari detektif juga dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan bagi orang-orang yang bekerja di bidang profesi yang berhubungan dengan penyelidikan ataupun untuk kebutuhan informasi lainnya yang bermanfaat.

Bahkan dengan meningkatkan keahlian di bidang ini bisa dimanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari misalnya seperti ketika seseorang berbohong, apakah seseorang menggunakan atau membongkar properti kita tanpa diketahui, bahkan bisa juga mengorek keterangan atau informasi dari orang lain tanpa disadari oleh orang tersebut, dan lainnya.

Biasanya keahlian detektif akan semakin meningkat seiring dengan pengalamannya dalam melakukan tugasnya dalam memecahkan suatu masalah sama halnya seperti profesi lainnya. Semakin ditekuni dan dijalankan maka seiring bertambahnya waktu maka keahlian itu akan semakin bertambah.

Bahkan tugas detektif yang dilakukan tanpa disadari juga akan semakin detail karena telah menemukan metode dan teknik baru yang lebih cepat, praktis, dan efisien apalagi setiap permasalahan memiliki pola yang berbeda. Keahlian detektif yang menjadi dasar-dasar yang wajib ada yaitu :

  1. Memiliki daya ingat yang tajam. Hal ini sangat diperlukan bagi setiap detektif bahkan profesi terkait lainnya. Kemampuan daya ingat sangatlah dibutuhkan misalnya seperti meningkat nomor polisi saat terjadi kasur kecelakaan atau tabrak lari, mengingat tanggal dan waktu terjadinya sebuah kasus, mengingat nama atau wajah seseorang, hingga detail-detail lainnya yang mungkin saja dibutuhkan dalam proses penyelidikan.

2. Cermat dan jeli dalam memperhatikan hal-hal sedetail mungkin agar tidak terlewatkan suatu hal yang bisa               saja penting dan menjadi barang bukti yang memiliki peranan besar dalam proses penyelidikan.

  1. Pintar dalam melakukan negosiasi karena dibutuhkan pada saat melakukan interogasi sehingga membutuhkan keberanian, pintar dalam menghadapi orang-orang yang keras kepala, dan lainnya yang biasanya dibutuhkan pada saat praktik di lapangan.
  2. Pengetahuan terhadap aturan, hukum dan undang-undang yang berlaku.
  3. Keahlian dalam menganalisa dengan tepat dalam menguji kebenaran fakta-fakta baik itu fakta secara lisan atau berupa benda. Detektif harus selalu berdasarkan fakta-fakta yang telah ditemukan maka dari itu harus pintar dalam melakukan analisa yang cermat dan tepat.
  4. Memahami pengetahuan tentang forensik akan dapat membantu detektif lebih mudah mencari jawaban misalnya apabila leher yang membiru bisa saja dikarenakan kehabisan nafas atau dicekik oleh seseorang entah itu dengan alat yang bisa dilihat pada bekas di leher.
  5. Keahlian dalam melacak jejak yang digunakan ketika ingin diam-diam mengikuti target yang dicurigai tanpa diketahui atau untuk melacak berbagai barang bukti yang bisa untuk menuju penyelesaian suatu masalah.
  6. Keahlian dalam melakukan penyamaran dan mudah berbaur sehingga bisa dengan mudah mendapatkan informasi tanpa gugup dan canggung.

Tugas-Tugas Seorang Detektif

Detektif memiliki tugas-tugas khusus yang diberikan sehingga tidak sembarangan orang bisa menjadi detektif karena menyangkut pekerjaan yang penting bagi suatu organisasi dan juga negara. Tugas-tugas detektif biasanya berbeda-beda tergantung dengan jenis jabatan yang sedang dijalankan namun berikut beberapa tugas-tugas yang umum bagi seorang detektif :

  • Melakukan penyelidikan swasta secara berbayar.
  • Mencari laporan kredit, catatan publik, database komputer, pajak atau pengajuan hukum, atau sumber daya lainnya dengan tujuan untuk menemukan orang atau mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk proses penyelidikan.
  • Mengumpulkan, menganalisa, menyusun dan melaporkan informasi mengenai individu atau suatu organisasi kepada klien atau mendeteksi adanya sebuah tindakan yang melanggar hukum atau aturan di dalam perusahaan swasta.
  • Menulis laporan atau ringkasan suatu kasus untuk mendokumentasikan penyelidikan.
  • Menyelidiki latar belakang perilaku seseorang untuk mendapatkan informasi tentang riwayat pribadi, status keuangan, dan karakter individu.

Beberapa contoh dari jabatan pekerjaan detektif yaitu penyelidik lapangan, penyelidik khusus, penyelidik swasta, penyelidik pencegah kerugian, dan detektif pencegah kerugian.

Pengetahuan yang Harus Dipahami Detektif

Menjadi detektif artinya anda harus memiliki wawasan yang luas untuk memudahkan proses penyelidikan dan tidak sampai lalai dalam melakukan pekerjaan karena kurangnya wawasan. Namun biasanya terdapat pengetahuan dasar yang wajib ada pada setiap detektif bahkan menjadi dasar sebelum menjadi seorang detektif.

  1. Administratif

Pengetahuan administratif diperlukan oleh seorang detektif yaitu pengetahuan tentang sistem dan prosedurnya. Pengetahuan administratif meliputi mengolah data, mendesain formulir, stenografi dan transkripsi, mengatur dokumen dan catatan, dan juga prosedur dan terminologi kantor lainnya.

  1. Komputer dan Elektronik

Pengetahuan tentang komputer dan elektronik yang biasanya harus dipahami yaitu tentang peralatan elektronik, perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosesor, chip, papan sirkuit, serta aplikasi-aplikasi dan juga software pemrograman.

  1. Layanan Pelanggan dan Personal

Detektif harus memahami tentang prinsip dan proses tentang berbagai layanan bagi pelanggan dan personal termasuk dalam standar kualitas layanan yang harus dipenuhi, penilaian kebutuhan pelanggan, dan evaluasi kepuasan pelanggan.

4. Bahasa Inggris

Seorang detektif haruslah menguasai bahasa inggris baik itu secara aktif maupun pasif karena merupakan bahasa internasional yang sangat penting dan bisa saja dibutuhkan pada saat proses penyelidikan. Pengetahuan tersebut meliputi struktur dan isi dari bahasa inggris, tata bahasa, aturan komposisi, arti dan ejaan dari setiap kata.

  1. Hukum dan Pemerintahan

Hukum dan pemerintahan menjadi salah satu pengetahuan yang wajib dipahami oleh seorang detektif karena seorang detektif pastinya akan mendapatkan tugas untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan hukum dan pemerintahan

Detektif juga harus bekerja sesuai dengan prosedur dan aturan yang telah ditetapkan oleh hukum yang berlaku. Pengetahuan tersebut meliputi prosedur pengadilan, presiden, aturan hukum, regulasi pemerintahan, proses politik yang demokratis, aturan lembaga, dan juga perintah eksekutif.

Keterampilan yang Harus Dimiliki Detektif

Setiap detektif tidak peduli jabatan pekerjaan apapun itu membutuhkan keterampilan khusus yang penting dan dibutuhkan saat bekerja. Keterampilan ini akan memudahkan proses penyelidikan dalam mencari informasi-informasi yang penting dan akurat. Inilah beberapa keterampilan yang harus ada sebagai dasar menjadi seorang detektif :

  1. Aktif Mendengarkan

Menjadi detektif harus memiliki keterampilan dalam mendengarkan yang artinya harus bisa memberikan perhatian penuh ketika orang-orang berbicara sehingga bisa mendapatkan informasi tambahan dari perkataan orang lain, bisa mengajukan pertanyaan sewajarnya, menyisihkan waktu untuk memahami point-point penting yang telah disampaikan, dan untuk tidak menyela pembicaraan seseorang pada waktu yang tidak tepat.

  1. Penyelesaian Masalah yang Kompleks

Masalah-masalah yang terjadi dalam dunia penyelidikan tidak semudah dan sesederhana yang dibayangkan. Maka dari itu seorang detektif harus memiliki keterampilan dalam menganalisis dan mengulas informasi-informasi terkait yang lebih kompleksdengan tujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi penyelesaian dan solusi yang akan diterapkan.

  1. Berpikir Kritis

Detektif membutuhkan keterampilan dalam berpikir kritis dengan menggunakan penalaran dan logika yang dibutuhkan untuk melakukan identifikasi kekuatan dan kelemahan dari solusi-solusi yang bisa menjadi alternatif pemecahan suatu masalah, kesimpulan, dan juga pendekatan permasalahan yang sedang ditangani.

  1. Pemahaman Membaca

Seorang detektif bukan hanya harus memiliki pemahaman dalam menganalisa dan memahami sesuatu secara langsung seperti barang-barang dan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan, namun juga harus memiliki keterampilan dalam memahami setiap kalimat dan paragraf yang tertulis baik dalam dokumen kerja dan dokumen-dokumen lainnya yang penting.

  1. Berbicara

Seorang detektif harus memiliki keterampilan dalam berbicara sehingga bisa menyampaikan informasi kepada orang lain agar bisa lebih mudah dipahami dan juga bisa menyampaikan informasi secara efektif.

Kemampuan yang Harus Dimiliki Detektif

Selain pengetahuan dan keterampilan, seorang detektif juga harus memiliki beberapa kemampuan yang wajib ada sebagai dasar-dasar yang dibutuhkan untuk proses penyelidikan. Kemampuan inilah yang akan digunakan pada situasi apa saja yang akan membantu seorang detektif memecahkan suatu masalah. Berikut kemampuan yang harus ada di dalam seorang detektif :

  1. Penalaran Induktif

Penalaran induktif merupakan sebuah kemampuan dalam menggabungkan kumpulan dari berbagai informasi yang ditemukan dan dibutuhkan untuk menyimpulkan sebuah kejadian atau menggabungkan potongan-potongan menjadi utuh. Penalaran induktif juga bisa dikatakan sebagai sebuah kemampuan untuk menemukan hubungan antara kejadian-kejadian yang terlihat seperti tidak ada hubungannya sama sekali sehingga sering terlewatkan padahal memiliki hubungan terkait yang penting.

  1. Penyusunan Informasi

Kemampuan penyusunan informasi yaitu suatu kemampuan yang dibutuhkan untuk mengatur berbagai hal dan tindakan berupa informasi sesuai dengan urutan dan pola-pola tertentu yang telah ditetapkan misalnya seperti operasi matematika, pola huruf, angka, kata, dan gambar.

  1. Pemahaman Lisan

Pemahaman lisan yaitu suatu kemampuan untuk memahami dan mendengarkan suatu informasi dan ide dengan tepat dan cepat yang disampaikan baik secara lisan maupun juga melalui kalimat lisan dan kata-kata sehingga bisa lebih memahami dan mengambil kesimpulan dengan akurat.

  1. Ekspresi Lisan

Ekspresi lisan berbeda dengan pemahaman lisan. Ekspresi lisan merupakan sebuah kemampuan untuk melakukan komunikasi berupa informasi dan ide ketika berbicara untuk menyampaikan informasi kepada orang lain sehingga orang lain bisa dengan mudah memahami apa yang disampaikan.

  1. Sensitivitas Masalah

Kemampuan ini juga dibutuhkan agar bisa lebih peka atau menyadari ketika terdapat sesuatu yang salah satu mungkin salah sehingga bisa memberitahukan kepada orang lain atau mencari solusi penyelesaiannya. Kemampuan ini hanya untuk mengetahui apakah terdapat sebuah masalah dan tidak melibatkan penyelesaian masalah.

Cara Berpikir Seperti Detektif Agar Lebih Pintar

Menjadi detektif tidaklah mudah, banyak hal yang harus dipertimbangkan dan juga seseorang harus memenuhi kriteria-kriteria yang dibutuhkan oleh seorang detektif salah satunya yaitu kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan yang telah dibahas di atas. Selain itu, anda bisa mencoba cara berpikir para detektif untuk menemukan kebenaran dan fakta di sekitar.

  1. Melakukan deduksi dan perhatian penuh secara bersamaan

Menjadi detektif bukan hanya sekedar melihat untuk mencari informasi yang ada namun harus juga fokus dan memberikan perhatian penuh serta selalu mengamati segala hal untuk mendapatkan petunjuk yang dibutuhkan. Pahami semua yang dilihat dan fokus untuk menemukan hubungan antara sejumlah fakta. Ini merupakan prinsip penalaran deduktif.

Setelah bukti-bukti terkumpul maka bisa membuat hipotesis tentang apa yang diyakini terjadi pada waktu itu kemudian akan mencari lebih banyak bukti lagi untuk membuktikan hipotesisnya secara logis.

  1. Semua cerita mungkin benar sampai terbukti sebaliknya

Bertanya kepada semua orang yang berhubungan dan dengan sabar mendengarkan kisah mereka tentang apa yang terjadi dan mengapa meskipun ada yang merupakan fantasi namun semuanya tetap didengarkan hingga mendapatkan bukti dan kesimpulan yang cukup untuk menangkap pelaku.

Semua cerita mungkin saja bisa benar adanya sehingga bisa melihat cerita dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Setiap bagian harus mendapatkan tempat sebagaimana mestinya sehingga tidak boleh mengambil kesimpulan dengan cepat agar tidak salah menangkap orang yang tidak bersalah. Harus sabar dalam mendengarkan kisah dari setiap orang meskipun berbeda-beda karena di dalamnya bisa saja terdapat sebuah hal yang bisa mengungkapkan kebenaran.

  1. Tidak pernah menyerah

Dalam melakukan penyelidikan, tidak akan pernah mengenal kata menyerah. Semuanya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh mulai dari mengamati semua hal yang berkaitan dengan setiap detailnya dan juga melakukan survei TKP. Datanglah dengan hipotesis baru setiap harinya ketika menginterogasi tersangka berulang kali untuk mendapatkan informasi yang lebih.

Selalu tenang dan berpikir jernih serta jangan terlalu cepat melompat ke kesimpulan agar tidak kecewa dengan hasil yang tidak sesuai dan akhirnya menyerah padahal bisa saja jawaban sebenarnya sudah di depan mata hanya saja diperlukan fokus dan sifat keras. Tetap bangkit lagi meskipun gagal.

  1. Menghubungkan titik-titik

Setiap kasus memiliki pola yang berbeda-beda sehingga anda tidak bisa menyimpulkan sesuatu dengan metode yang sama sebelumnya. Bisa saja metode tersebut memang tepat digunakan untuk penyelidikan sebelumnya namun bisa saja tidak cocok digunakan pada kasus berikutnya

Untuk itu setiap pemecahan masalah membutuhkan lebih dari satu metode karena bisa menemukan titik-titik dan informasi penting yang jika dihubungkan bisa mendapatkan jawaban dan kebenaran yang lebih jelas. Setiap detektif juga memiliki pola pikirnya masing-masing ada yang bekerja sesuai intuisi, ada yang fokus dengan detail sekecil mungkin, ada juga yang membuka diri dan selalu berusaha menemukan jawaban yang tepat.

Intinya jangan hanya terpaku pada satu hal karena dunia penyelidikan sangatlah luas. Bukti-bukti bisa tersebar di mana saja yang bisa saja menjadi bukti yang sangat penting namun malah dilewatkan. Kumpulkan semua bukti dari berbagai titik dan informasi sehingga bisa mendapatkan kebenarannya dan memecahkan masalah.

Jurusan Terkait Detektif

Meskipun jurusan detektif swasta di Indonesia dan juga profesinya belum ada secara hukum, namun terdapat beberapa jurusan yang berkaitan dengan detektif dan dunia penyelidikan. Jurusan-jurusan ini juga cukup banyak peminatnya baik karena tertarik dengan dunia penyelidikan ataupun karena alasan dan tujuan lainnya. Berikut jurusan-jurusan kuliah yang berkaitan dengan dunia penyelidikan.

  1. Ilmu Hukum

Ilmu Hukum akan mempelajari semua hal tentang hukum. Adanya hukum bertujuan untuk mengatur tindakan dan tingkah laku setiap manusia agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Memang program studi Ilmu Hukum lebih banyak menerapkan konsep dan teori dalam hukum dan juga memahami beberapa kasus-kasus hukum yang terjadi.

Namun biasanya mahasiswa Ilmu Hukum akan mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung secara praktek agar bisa lebih memahami dan mendalami konsep dan teori yang telah dipelajari selama masa perkuliahan misalnya praktek di pengadilan,

kejaksaan, tau firma hukum agar bisa menambah wawasan dan menghubungkan teori dengan praktek.

Apabila anda tertarik di bidang hukum dan juga hukum-hukum di Indonesia, maka anda bisa mengambil program studi ini. Memang banyak yang menyadari sistem hukum di Indonesia masih belum cukup ideal apalagi masih sering dilakukan pelanggaran hukum oleh masyarakat. Praktek hukum di Indonesia pada dasarnya masih belum terlalu kuat meskipun sudah banyak lulusan sarjana hukum.

Mata kuliah jurusan Ilmu Hukum :

     Pancasila

     Ilmu Negara

     Pengantar Ilmu Hukum

     Pengantar Hukum Indonesia

     Pengantar Ilmu Ekonomi

     Hukum Perdata

     Hukum Tata Negara

     Hukum Pidana

     Hukum Adat

     Hukum Internasional

     Hukum Dagang

     Hukum Acara Perdata

     Hukum Acara Pidana

     Hukum Harta Kekayaan

     Hukum Sarana Pemerintahan

     Hukum Pidana di Luar Kodifikasi

     Hukum Pajak

     Praktik Peradilan Perdata

     Hukum Agraria

     Hukum Islam

     Hukum Perdagangan Internasional

     Hukum Perjanjian Internasional

     Hukum Acara PTUN

     Hukum Pertanahan

     Hukum Lingkungan

     Filsafat Hukum

     Hukum Perburuhan

     Praktik Perancangan kontrak

     Praktik Peradilan Pidana

     Praktik Perancangan Peraturan Perundang undangan

     Praktik Penyelesaian sengketa alternatif (ADR)

     Metodologi Penelitian Hukum

     Etika dan Tanggung Jawab Profesi

Lulusan Ilmu Hukum akan mendapatkan gelar Sarjana Hukum (S.H) dan bisa memilih ingin berkarir sebagai hakim atau jaksa. Namun bisa juga memilih profesi sebagai pengacara publik atau swasta dan juga notaris. Namun untuk menjadi notaris harus melewati pendidikan kenotariatan terlebih dahulu. Lulusan Ilmu Hukum juga bisa bekerja sebagai legal staff atau HRD di perusahaan.

  1. Pendidikan Intelijen

Pendidikan Intelijen memang dirancang dan dikembangkan khusus untuk orang-orang yang memiliki minat dan ingin berkarir sebagai seorang intelijen baik itu dalam pemerintahan maupun swasta. Dari sini akan diajarkan cara-cara yang inovatif secara teori dan praktek dalam membentuk dan mengembangkan pola pikir yang terstruktur yang nantinya akan sangat dibutuhkan untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi di dunia nyata.

Jurusan Pendidikan Intelijen fokus pada perkembangan yang terjadi pada dunia analisis intelijen yang bisa dibilang cukup pesat dan dinamis. Metode analisis yang digunakan dalam analisis intelijen menekankan pada penggunaan penelitian akademik.

Cara kerja dunia intelijen mulai berubah sejak adanya perubahan kekuatan ekonomi, politik dunia, dan juga perkembangan internet dan teknologi. Ancaman besar bagi keamanan nasional NKRI bukanlah lagi perang antar negara melainkan adalah spionase ekonomi, penggunaan senjata biologis, terorisme, perang konvensional, perang cyber, pencurian informasi, degradasi lingkungan dan kejahatan trans-nasional.

Maka dari itu bidang intelijen menjadi salah satu bidang yang berubah dan berkembang dengan cepat apalagi masalah-masalah di dalam negara yang semakin banyak dan kemungkinan besar ahli-ahli intelijen akan semakin dibutuhkan baik pada pemerintahan maupun swasta dalam 10 tahun ke depan.

Mata Kuliah Jurusan Pendidikan Intelijen :

     Sejarah

     Psikologi

     Sejarah Perang

     Hubungan Internasional

     Ilmu Politik

     Keamanan Internasional

     Teror & Terorisme

     Pengantar Dasar Intelijen

     Bio Terorisme

     Cyber Terorisme

     Keamanan Pangan & Globalisasi

     Sosiologi Terorisme

     Ilmu Forensik

     Geografi

     Matematika

     Media & Terorisme

Karena perkembangan dunia intelijen yang semakin meningkat dan dinamis maka ahli-ahli intelijen dituntut untuk memahami

isu-isu terkini yang sedang berlangsung dan juga kompetensinya agar bisa mengikuti perkembangan yang terjadi.

Biasanya lulusan Pendidikan Intelijen bekerja di pemerintahan seperti Badan Intelijen Negara, Polri (Intelkam), TNI (BAIS), Kejaksaan Agung, KPK, Kehakiman, Imigrasi, dan Bea Cukai. Namun lulusan Pendidikan Intelijen juga bisa bekerja di bidang swasta apalagi melihat saat ini banyak terjadi pembajakan informasi atau rahasia-rahasia perusahaan dan juga spionase ekonomi.

  1. Kriminologi

Kriminologi merupakan gabungan dari Politik, Ilmu Hukum, Psikologi, Sosiologi, dan juga Jurnalistik. Pada program studi Kriminologi anda akan diajarkan cara-cara melakukan penelitian sosial yang dibutuhkan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya pelanggaran hukum, kejahatan, penyimpangan, dan kenakalan.

Anda akan diajarkan untuk melihat sebuah kasus tindakan kriminal dari dua sudut pandang yaitu sisi korban dan juga sisi pelaku terutama pada aspek psikologis misalnya seperti bagaimana lingkungan sekitar, interaksi bersama dengan teman dan keluarga bisa mempengaruhi seseorang melakukan tindakan kriminal.

Dalam aspek hukum, anda akan menelaah dan menganalisa kasus-kasus kriminal dan berbagai pelanggaran hukum serta pasal-pasal yang dilanggar sehingga bisa menuliskan narasi berita kriminal yang berhubungan dan saling terkait.

Dalam program studi ini anda akan belajar banyak hal mengenai olah TKP, reka ulang perkara, jejak darah, dan rekam sidik jari. Anda akan diminta untuk menganalisa berbagai tindakan kejahatan dalam cakupan ruang lingkup yang luas mulai dari cybercrime, kejahatan yang bersifat gaib seperti santet, kenakalan remaja yang kecil, bahkan hingga terorisme yang berskala internasional.

Apabila anda tertarik dengan kasus-kasus kriminal, detektif dan prihatin dengan angka kejahatan yang semakin tinggi setiap harinya maka program studi ini mungkin cocok untuk anda. Belajar kriminologi memiliki banyak hal yang seru dan menantang

bahkan anda bisa mengetahui banyak misteri dan rahasia yang tersembunyi bahkan tidak anda sadari sebelumnya padahal ada.

Mata Kuliah Jurusan Kriminologi :

     Sosiologi Perilaku Menyimpang

     Sistem Peradilan Pidana

     Strategi Pencegahan Kejahatan

     Kejahatan Kerah Putih

     Hak Asasi Manusia

     Etnografi Kejahatan di Indonesia

     Kenakalan Anak

     Viktimologi

     Kriminologi dan Pembangunan

     Kejahatan Terencana

     Kejahatan Lingkungan.

     Ekonomika dan Pembangunan Sosial

     Hukum dan Pembangunan

     Manajemen Industrial Sekuriti

     Jurnalistik Investigasi

     Penologi

     Perempuan dan Keadilan

     Psikologi Kriminal

     Analisa Resiko Kejahatan

     Intelijen dan Investigasi Kejahatan

     Teror dan Terorisme

     Bisnis dan Kejahatan White-Collar

     Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Kriminologi

     Kejahatan Transnasional dan Globalisasi

     Organisasi Kejahatan dan Kejahatan Terorganisir

     Pengendalian Sosial Kejahatan

     Sosiologi Peradilan Pidana

     Teori Kriminologi Post-Modern dan Budaya

Profesi kriminolog bisa dibilang masih sedikit dibandingkan dengan tingkat kejahatan yang terus meningkat bukan hanya di Indonesia namun juga di dunia. Peminat jurusan Kriminologi masih kurang padahal sangatlah dibutuhkan.

Sebagai lulusan Kriminologi terdapat banyak peluang karir misalnya seperti kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman dan berbagai lembaga penegak keadilan lainnya. Anda juga bisa menjadi KPK atau jurnalis indepth yang menyajikan ulasan berita tentang kasus-kasus kriminal yang terjadi.

  1. Pendidikan Kepolisian

Pada program studi Pendidikan Kepolisian, anda akan dibentuk dan diajarkan semua hal yang berkaitan dengan kepolisian agar bisa menjadi seorang anggota Kepolisian RI. Pendidikan Tamtama Kepolisian dengan kelulusan berpangkat Bhayangkara Dua (Bharada) membutuhkan waktu lima bulan. Pada Pendidikan Tamtama Kepolisian akan diajarkan tentang fungsi teknis intelijen, binmas, reserse, dan kepolisian lalu lintas.

Pendidikan Bintara Kepolisian dengan kelulusan berpangkat Brigadir Dua (Bripda) dengan durasi tujuh bulan. Pendidikan Taruna Kepolisian akan menerima gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.IK) dan menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) dengan durasi empat tahun yang diselenggarakan di Akademi Kepolisian (Akpol).

Anda juga bisa langsung mengikuti Pendidikan Kepolisian setelah lulus dari perguruan tinggi yaitu dengan mengikuti Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) selama enam bulan dengan pangkat yang didapatkan yaitu Inspektur Dua (Ipda).

Apabila anda bercita-cita menjadi seorang anggota Polri bisa menjalani Pendidikan Kepolisian. Namun perlu diingat bahwa orang yang masuk ke Pendidikan Kepolisian harus memiliki fisik dan mental yang kuat dan tangguh. Pada Pendidikan Bintara juga terdapat pilihan Bintara TI dan Bintara Musik sehingga memungkinkan anda yang memiliki minat dan bakat di bidang IT dan musik untuk bergabung.

Mata Kuliah Jurusan Pendidikan Kepolisian :

     Kriminologi Forensik

     Psikologi Forensik

     Hukum Perdata

     Bahasa Inggris

     Kedokteran Forensik

     Sosiologi

     Beladiri Polri

Lulusan Pendidikan Kepolisian sudah pasti akan menjadi seorang anggota Polri baik itu sebagai Penyidik Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja, Densus 88 Anti Teror, Anggota Polisi Lalu Lintas, Anggota Brimob atau bagian administrasi kepolisian.

Profesi Terkait Detektif

Profesi detektif di Indonesia memang belum ada bahkan juga masih belum ada jurusan khusus detektif. Namun sebenarnya banyak profesi yang berkaitan dan berhubungan dengan tugas-tugas detektif di dalam dunia penyelidikan karena detektif sendiri memiliki tugas dan kategori yang berbeda-beda. Berikut terdapat beberapa profesi yang berkaitan dengan detektif :

  1. Intel Polisi dan Militer

Intel polisi dan militer merupakan seseorang yang melakukan penyelidikan dan mencegah agar tidak terjadi tindakan kriminal dan kejahatan yang bisa membahayakan misalnya seperti terorisme. Biasnya intel polisi dan militer dapat bertugas dalam badan negara seperti KPK, Jaksa Agung, TNI (BIN), Polri (Intelkam), Badan Nasional Penanggulangan Teroris, Bea Cukai, dan lain-lain.

Contoh dari jabatan pekerjaan intel polisi dan militer yaitu detektif, penyelidik, detektif polisi, penyelidik buronan, dan penyelidik narkotika.

Tugas intel polisi dan militer yaitu :

             Melakukan operasi intelijen secara rahasia dalam hal ini yaitu dengan melakukan penyamaran selama proses penyelidikan agar identitas tidak dapat diketahui dengan mudah yang bertujuan untuk mendeteksi adanya ancaman-ancaman dini yang dapat mengganggu keamanan masyarakat dan negara.

     Investigasi kasus-kasus kriminal dan kejahatan yang terjadi di dalam masyarakat dan negara termasuk narkoba, terorisme, dan kasus lainnya.

     Melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara untuk mendapatkan informasi-informasi berupa barang bukti yang dapat dijadikan sebagai petunjuk misalnya seperti senjata, pakaian, helai rambut, dan serat.

     Mengumpulkan barang bukti dari tersangka dan juga mencari saksi.

     Melakukan pencatatan perkembangan penyelidikan, menjaga dan merahasiakan dokumen berisi informasi tersangka dari pihak yang tidak bertanggung jawab, mencegah agar korban terhindar dari gangguan sebelum melakukan pemeriksaan medis.

     Memberikan kesaksian di pengadilan.

  1. Staff Legal

Staff legal memiliki biasanya memiliki tugas yang berkaitan dengan kesekretariatan mulai dari prosedur, terminilogi, dan dokumen hukum. Dapat juga membantu penelitian hukum dan menyiapkan dokumen-dokumen seperti panggilan dari pengadilan, isyarat, keluhan, dan surat panggilan.

Contoh jabatan pekerjaan staff legal yaitu asisten hukum, asisten administratif yudisial, asisten proses pengadilan, sekretaris hukum administratif, dan sekretaris konfidensial. Berikut tugas-tugas dari staff legal :

     Seperti yang telah dijelaskan, staff legal melakukan tugas yang berhubungan dengan kesekretariatan dengan menggunakan prosedur, terminologi, dan dokumen hukum serta menyiapkan korespondensi dan dokumen hukum.

     Memproses dokumen dan surat-surat hukum seperti keluhan, mosi, panggilan dari pengadilan, surat panggilan, perjanjian pra-peradilan, dan permohonan banding.

             Memelihara dan mengorganisir perpustakaan hukum, file dan dokumen kasus.

     Membuat jadwal dan janji.

  1. Analis Intelijen

Analis intelijen merupakan seseorang yang mengumpulkan, menganalisa, dan mengevaluasi informasi-informasi dari berbagai sumber misalnya seperti sistem informasi geografi, data pelaksanaan hukum, atau pengawasan jaringan. Data-data dari intelijen akan digunakan untuk mencegah dan mengantisipasi aktivitas tindakan kejahatan terencana misalnya seperti terorisme.

Contoh jabatan pekerjaan analis intelijen yaitu spesialis riset intelijen, pengawas analis intelijen kriminal, analis tindak kejahatan, spesialis riset kriminal, dan analis intelijen kriminal. Tugas-tugas dari analis intelijen yaitu :

     Mengumpulkan, menganalisa, dan mengevaluasi informasi dari berbagai sumber.

     Mencegah dan mengantisipasi tindak kejahatan terencana dengan menggunakan data-data intelijen.

     Mempersiapkan laporan tertulis, peta, presentasi, atau grafik menyeluruh berdasarkan analisa, riset, dan koleksi dari data-data intejlijen.

     Mempelajari berbagai aktivitas seperti pencucian uang, terorisme, pencurian kendaraan bermotor, narkotika, komplotan, dan ancaman keamanan nasional lainnya.

     Bekerjasama dengan perwakilan dari organisasi intelijen dan pemerintah lain dengan tujuan untuk berbagi informasi dan melakukan koordinasi aktivitas intelijen.

  1. Psikolog Forensik

Psikolog terbagi menjadi banyak kategori di mana salah satunya yaitu psikolog forensik yang biasanya dibutuhkan dalam bidang hukum yang berkaitan dengan detektif. Psikolog forensik biasanya memiliki tugas untuk menganalisa kondisi psikologi terdakwa dan membantu menyembuhkan kondisi psikologi napi. Contoh jabatan pekerjaan psikolog forensik yaitu psikolog forensik, psikolog, psikiatris. Tugas-tugas dari psikolog forensik yaitu :

     Melakukan asesmen terhadap perilaku pelaku, tersangka, ataupun korban di mana hasilnya akan digunakan untuk membantu pengambilan keputusan secara tepat dan memperlancar proses hukum.

     Membantu menyelesaikan masalah psikologi terdakwa dan narapidana dan juga melakukan mediasi.

     Mempelajari karakter orang-orang yang terlibat dalam kasus hukum dan mengkaji motif pelaku.

     Menganalisa kondisi mental terdakwa dan narapidana.

     Menyembuhkan kondisi psikologis narapidana dan terdakwa.

  1. Tentara Militer

Tentara militer merupakan seseorang yang bertugas untuk melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Biasanya tentara militer bekerja di bagian keamanan dan pertahanan di bawah pasukan TNI atau Tentara Nasional Indonesia. Contoh jabatan tentara militer yaitu tentara, polisi militer, marinir, TNI AU, TNI AL, dan TNI AD. Tugas-tugas tentara militer yaitu :

     Melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan untuk kepentingan negara dengan melakukan pengembangan, pengendalian, perencanaan, dan pengerahan.

     Melaksanakan tugas-tugas TNI.

     Melakukan operasi militer baik untuk perang dan juga selain perang.

     Menjaga keamanan wilayah perbatasan darat, laut, dan udara.

  1. Pegawai Identifikasi dan Rekam Jejak Kepolisian

Pegawai identifikasi dan rekam jejak kepolisian bertugas untuk mengumpulkan bukti-bukti yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan di tempat kejadian terjadinya kasus kejahatan, melakukan klasifikasi dan identifikasi sidik jari serta memotret bukti-bukti yang ditemukan.

Contoh dari jabatan pegawai identifikasi dan rekam jejak kepolisian yaitu penyelidik tempat kejadian kriminal, ahli kriminal, spesialis identifikasi lapangan, spesialis forensik, dan ahli identifikasi. Tugas-tugasnya yaitu :

     Menulis dan mengulas laporan kasus serta menjaga catatan bukti.

     Membungkus dan menyimpan bukti.

     Menganalisis dan memproses bukti-bukti di tempat kejadian dan juga di laboratorium namun harus dengan menggunakan alat pelindung, bahan kimia, dan bubuk agar tidak merusak bukti.

     Membersihkan area terpilih untuk menemukan sidik jari tersembunyi yang bisa digunakan sebagai barang bukti namun harus mengikuti prosedur pengawetan yang tepat.

     Memotret barang bukti dan juga tempat kejadian kecelakaan dan kejahatan.

  1. Spesialis Manajemen Keamanan

Spesialis manajemen keamanan akan melakukan penilaian dan analisa keamanan dan juga melakukan proses mendesain sistem keamanan. Biasanya dapat menempatkan diri dalam beberapa bidang seperti keamanan informasi, keamanan personil, dan juga keamanan fisik.

Contoh jabatan spesialis manajemen keamanan yaitu manajemen spesialis keamanan, resiko keamanan, analis keamanan, konsultan keamanan, dan teknisi keamanan dan sains terapan. Tugas-tugasnya yaitu :

     Merencanakan, memperbaiki, memelihara, dan memasang sistem keamanan, kontrol logistik terprogram atau sistem keamanan lainnya yang berkaitan.

     Meningkatkan sistem dan prosedur keamanan.

     Melakukan analisa resiko agar bisa mencegah terjadinya kesalahan dan melakukan penanggulangan yang tepat.

     Melakukan audit keamanan dengan tujuan untuk mengidentifikasi potensi yang berhubungan dengan keamanan staff, keamanan fisik, dan perlindungan aset.

     Menyediakan integrasi sistem dan desainnya.

      1. Koroner (Pemeriksa Medis Untuk Kematian)

Koroner bertindak dalam mengarahkan kegiatan seperti anailisis patologis dan toksikologi serta otopsi yang berhubungan dengan investigasi kematian dalam ranah hukum. Koroner memiliki wewenang untuk membuat kesimpulan penyebab kematian korban dan juga melakukan pertimbangan tanggung jawab untuk tindak kekerasan, kematian yang tidak dapat dijelaskan, atau kematian tak disengaja.Contoh jabatan koroner yaitu koroner, county coroner, dokter spesialis forensik, patalog forensik, pemeriksa daerah terpilih pemeriksa medis daerah, deputi koroner, dan pemeriksa medis investigator hukum dan medis. Tugas-tugas koroner yaitu :     Melakukan pemeriksaan tubuh untuk mengidentifikasi korban dan juga faktor-faktor yang menunjukkan waktu kematian serta mencari tanda-tanda trauma.     Menyelidiki cara, penyebab, dan keadaan kematian korban serta mencari tahu dan mengungkapkan identitas orang yang meninggal.     Melengkapi sertifikat kematian termasuk cara dan penyebab kematian.     Mengamati dan mencatat kondisi dan posisi tubuh saat kematian dan juga bukti-bukti terkait lainnya.

     Mengamankan benda-benda pribadi yang dianggap memiliki hubungan dengan kasus yang terjadi misalnya seperti catatan bunuh diri, obat-obatan, dan barang bukti lainnya.

  1. Kriminolog

Kriminologi fokus dalam melakukan studi dan analisa mengenai kriminalitas, penyebabnya, dan juga dampak dan efek sosial yang ditimbulkan. Tanggung jawab dari seorang kriminolog yaitu menentukan penyebab kejahatan dan kriminalitas dengan menganalisis data-data yang berkaitan serta menemukan cara untuk mencegah tindakan kriminal lebih lanjut.

Seorang kriminolog biasanya akan melakukan analisa mengenai sosial, perilaku, dan aspek psikologis dari pelaku tindakan kriminal. Contoh jabatan kriminolog yaitu criminologist dan kriminolog. Tugas-tugas kriminolog yaitu :

     Membuat laporan profil kriminal untuk kepolisian

     Mencegah tindakan kriminal melalui serangkaian program edukatif dan rehabilitasi

     Meneliti dan menganalisis pola tindakan kriminal pada masyarakat

     Menganalisis metode rehabilitasi kriminal yang paling sesuai

     Mengawasi tindakan kriminal

  1. Reserse Polisi

Reserse merupakan fungsi kepolisian yang bertugas untuk memecahkan kasus kriminalitas. Apabila berada di bawah Kapolres maka dapat bertugas dalam Sat Reskrim di tingkat Kepolisian Resort dan yang berada di tingkat Kepolisian Daerah yang berada di bawah Kapolda dapat bertugas dalam Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) atau Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus).

Contoh jabatan reserse polisi yaitu reserse, penyidik, sat reskrim, dan reserse polisi. Tugas-tugas reserse polisi yaitu :

     Melakukan analisis setiap kasus dan isu-isu menonjol beserta penanganannya

     Melakukan olah TKP untuk menginvestigasi dan analisa dalam memecahkan masalah kriminal dan mengidentifikasi pelaku

     Melakukan pencarian dan penangkapan terhadap tersangka pelaku kriminal

     Melakukan penyelidikan tindakan pidana, termasuk fungsi identifikasi dan fungsi laboratorium forensik lapangan serta kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan penyidikan

     Memeriksa tempat kejadian perkara untuk mendapatkan petunjuk dan bukti, seperti helai rambut, serat, pakaian, atau senjata

     Mencatat perkembangan dari penyelidikan, menjaga dokumen informasi tersangka, dan menyampaikan laporan kepada komandan atau hakim untuk mengesahkan surat perintah

Detektif di Indonesia

Profesi detektif di Indonesia khususnya yang berada di bidang profesi kesatuan polisi biasanya disebut sebagai polisi rahasia atau reserse. Para detektif di Indonesia mungkin memang tidak terlalu populer seperti divisi humas yang lebih dikenal bahkan juga sering tampil dalam beberapa wawancara di televisi.

Salah satu kerabat yang memiliki profesi sebagai seorang anggota kepolisian mengatakan bahwa polisi rahasia atau reserse ini memang harus menjaga dan merahasiakan identitas pribadi mereka agar para kriminal tidak mudah mengidentifikasi mereka yang bisa saja berbahaya dan mengancam nyawa. Untuk itulah detektif memiliki pekerjaan khusus dalam bidang kepolisian dan diharuskan untuk merahasiakan identitas pribadi mereka.

Terdapat detektif swasta yang dianggap tidak ada oleh masyarakat karena memang tidak tampak secara hukum dan tidak jelas perannya. Padahal, detektif swasta itu memang benar ada di Indonesia. Detektif swasta biasanya menawarkan jasa-jasa seperti mencari informasi, data-data perusahaan, pengintaian, perselingkuhan, dan masih banyak lagi.

Bahkan ada juga beberapa agen-agen detektif yang menawarkan jasa mereka di dunia maya sehingga bisa digunakan oleh orang-orang yang membutuhkan. Bahkan hingga saat ini masih ada yang menggunakan jasa detektif di Indonesia. Dengan cara kerja mereka yang profesional membuat prosesnya berjalan dengan rapi dan tidak ketahuan sehingga bisnis ini masih berjalan hingga sekarang di tengah kesibukan aparat penegak hukum.

Namun hingga saat ini profesi detektif swasta di Indonesia masih belum memungkinkan. Hal ini dikarenakan detektif swasta masih belum memiliki izin dan wewenang untuk menyelidiki kasus pidana yang terjadi di Indonesia.

Sistem hukum di Indonesia masih memerintahkan semua penegakan hukum hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum misalnya yaitu polisi dan jaksa. Hingga saat ini memang masih belum ada hukum yang mengatur tentang profesi detektif swasta di Indonesia. Namun memang profesi detektif swasta sudah umum di luar negeri.

Indonesia tidak mengenal adanya detektif swasta di bidang hukum dan keamanan. Indonesia mempercayakan segala hal tentang keamanan dan tindakan kriminal kepada Polri karena memang lembaga ini yang memiliki wewenang yang telah ditetapkan sesuai dengan undang-undang. Namun memang masih tidak menutup kemungkinan adanya detektif swasta di Indonesia hanya saja masih harus melalui berbagai proses terlebih dahulu.

Selama ini polisi memang lebih mengenal jasa informan dibandingkan dengan detektif swasta setiap terdapat penyelidikan pada kasus-kasus kejahatan di Indonesia. Seorang informan biasanya direkrut karena terdapat keterbatasan anggota aparat di lapangan namun masih tetap memberikan informasi yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan.

Perekrutan seorang informan juga tidak bisa sembarangan karena harus memiliki syarat dan ketentuan serta melewati beberapa test yang akan dilakukan. Biasanya seorang informan harus memiliki IQ yang tinggi, mampu mencari informasi dengan cepat, tepat, dan akurat, serta harus pandai menyamar agar tidak diketahui dan dicurigai oleh target yang sedang diselidiki. Seorang informan juga harus bisa membantu mencari informasi bagi polisi dan menjalankan perannya sebagaimana mestinya.

Jasa Detektif Perselingkuhan di Indonesia

Di Indonesia, terdapat salah satu jasa detektif swasta terbaik dan profesional yang sudah cukup terkenal bahkan sudah pernah diliput di berbagai berita dan acara televisi di Indonesia. Detektif swasta ini merupakan Detektif Perselingkuhan Jack’s Angels yang memiliki spesialis untuk mencari bukti-bukti perselingkuhan. Website resmi mereka yaitu https://detektifperselingkuhan.com/.

Detektif Perselingkuhan akan membantu orang-orang untuk mencari bukti-bukti perselingkuhan. Detektif swasta ini didirikan oleh Jack dan anak buahnya yang diberi sebutan Angels akan siap membantu para klien untuk menemukan jawaban dan membongkar segala hal yang mengganggu pikiran klien yang sering dibohongi atau diselingkuhi.

Detektif Perselingkuhan akan memberikan bukti yang kuat berupa foto maupun video untuk menguatkan barang bukti. Jasa detektif ini tidak menyewa permintaan pekerjaan yang melanggar hukum dan UU negara RI dan hanya melakukan pengintaian, penyelidikan dan pencarian bukti perselingkuhan.

Anda bisa mencari liputan dari media online tentang Detektif Perselingkuhan Jack’s Angels yang benar adanya dan sudah dipercaya oleh kliennya yang menyewa jasa detektif ini dengan bukti yang nyata dan memuaskan bukan hanya sekedar janji. Detektif Perselingkuhan bekerja dengan profesional dan juga cermat agar tidak ketahuan dan bisa membawa bukti hasil yang memuaskan apalagi sudah banyak diliput oleh media Indonesia membuat jasa ini sangat dipercaya.

Diwawancari 9 Acara Media Televisi :

 

MEDIA ONLINE :

 

  • Testimoni dari beberapa klien Yang Pernah Sewa

Bukti dari beberapa klien yang pernah menyewa jasa detektif tersebut sangatlah penting, karena itu akan memperkuat keabsahan bahwa  jasa detektif yang akan anda sewa sangat terpercaya.

Salah satu video testimoni kesaksian dari seorang klien yang pernah menyewa jasa Private Investigasi Detektif Jack’s Angels.

 

Dimana Lokasi Detektif Perselingkuhan?

Alamat       : Cikeas Udik, Cibubur, Kec. Gn. Putri, Bogor, Jawa Barat 16966

Jam Buka  : 24 jam

Telephone : 0838-0666-4152 (WhatsApp)

Bagikan ke teman:

You cannot copy content of this page