Mata Mata Terbaik di Dunia Dengan kode H21 Pernah tinggal di Indonesia | Mata Hari – Detektif Perselingkuhan

mata mata
Margaretha Geertruida (Griet) Zelle, the one and only MATA HARI (source:Bettmann/Corbis)

Mata Mata Legendaris itu bernama Matahari

 

Mata mata adalah aktifitas pengintaian yang dilakukan oleh seseorang untuk mengumpulkan informasi yang sangat akurat, valid dan dapat di pertanggung-jawabkan, kemudian informasi tersebut diberikan kepada orang yang meng-order investigasi tersebut.

Selama ini, kita tahu bahwa profesi mata mata hanya di dominasi oleh kaum pria saja, Namun siapa sangka bahwa salah satu mata mata terbaik di dunia yang sangat legendaris ternyata berkelamin perempuan dan pernah tinggal di Malang – Jawa Timur – Indonesia. Dialah MATA HARI, perempuan cantik nan sexy namun mematikan.

Masa Kecil Sang Mata Mata

Matahari kecil lahir dengan nama lengkap Margaretha Geertruida (Griet) Zelle, lahir tanggal 7 Agustus 1876 di kota Leeuwarden, Belanda. Anak tertua dari pasangan Adam Zelle (2 Oktober 1840 – 13 Maret 1910), pemilik toko topi, dan Antje van der Meulen (21 April 1842 – 9 Mei 1891).Ia memiliki 3 saudara laki-laki. Ayahnya berhasil melakukan investasi yang sukses dalam bidang perminyakan dan dapat memberikan Margaretha masa kanak-kanak yang mewah, termasuk sekolah eksklusif sampai usia 13 tahun. Adam Zelle adalah pengusaha minyak yang sempat sukses tetapi kemudian mengalami kebangkrutan pada 1889. Ayahnya dan ibunya, Antje van der Meulen kemudian bercerai. Dua tahun setelah ibunya meninggal dunia, ayahnya menikah lagi di Amsterdam pada 9 Februari 1893.

World Heritage Encyclopedia menjelaskan, pada saat Zelle berusia 18 tahun, ia mencoba peruntungan ke Hindia Belanda saat melihat iklan di koran yang menyebutkan, tentara KNIL Belanda, Kapten Rudolf MacLeod yang hendak bertugas di Hindia Belanda (Indonesia) sedang mencari seorang istri. Ia kemudian menikah dengan kapten tersebut pada 11 Juli 1895 dan membawanya ke kelas sosial yang lebih tinggi.

Pernikahan Zelle Yang Kandas

Terlahir dengan paras cantik dan di anugerahi tinggi badan yang proporsional yaitu 5 kaki 10 inci atau sekitar 1,78 meter, tidak heran jika zelle kecil tumbuh menjadi wanita dewasa yang sexy dan menawan. Semasa muda hingga beranjak dewasa, Mata Hari menjalani kehidupan gemerlap, luar biasa sekaligus tragis. Setelah menikah dengan perwira Belanda keturunan Skotlandia, Kapten Rudolf Macleod, Zelle hijrah ke Malang, Jawa Timur-Indonesia, dengan menggunakan kapal SS Prinses Amalia pada 1897, kapal yang sama saat dipakai Eugene Dubois berlayar ke Hindia Belanda pada 1887 sebelumnya. Di sini, mereka dikaruniai dua anak, Norman-John MacLeod dan Louise Jeanne MacLeod.

Namun malang sekali nasib bahtera rumah tangga zelle dan Kapten Rudolf, karena Pernikahan tak seindah yang dibayangkan dan berakhir dengan perceraian. Kapten rudolf yang 20 tahun lebih tua rupanya seorang pemabuk berat, sehingga adalam pengaruh alkohol sang suami sering melakukan kekerasan pada Zelle, dan rupanya sang suami juga memiliki banyak selir, sehingga rasa tidak nyaman Zelle akan sifat dan tindakan suaminya itu menuntutnya untuk berpisah. Setelah bercerai, Zelle kemudian diketahui memulai kehidupan baru dan menjalin hubungan dengan perwira Belanda yang bernama Van Rheedes.

Van Rheedes tampaknya banyak mendukung kegiatan Zelle yang suka dengan budaya seni jawa timuran,Khususnya Seni tari di kota malang. pada Momen ini, Zelle mulai mempelajari tradisi lokal dari mulai tarian jawa, bahasa dan Zelle kesemsem mengenakan baju budaya jawa yaitu kebaya. Selanjutnya, dia muali aktif dan bergabung dengan sanggar tari lokal dan selalu hadir mengikuti dramatari Jawa. Pada 1897, Zelle mendapat julukan nama panggung dari bahasa Melayu, yaitu Mata Hari yang berarti Sang Surya. Encyclopedia Britannica juga menyebutkan, selain di Jawa, Zelle juga pernah tinggal di Sumatera.

Asal Mula Sang Mata Mata Mengganti Nama Menjadi Matahari

Dari sinilah Margaretha Geertruida (Griet) Zelle mengubah namanya menjadi Matahari yang artinya adalah surya, hingga detik ini masih misterius tentang siapa yang memberi nama Matahari tersebut.

Perubahan nama dari Zelle Menjadi Matahari sangat tepat. matahari bukan hanya bersinar tanpa henti setiap hari, namun juga fakta lain hingga hari ini, segala trik dan cara cerdik yang dilakukan Matahari dalam menjalani misi mata mata kini banyak dipelajari dan dijadikan barometer dalam dunia spionase atau dunia intelijen.

Yang jelas  bahwa kata”Matahari” adalah suatu kata yang berasal dari Bahasa Indonesia, ini bukti nyata bahwa zelle pernah menetap lama di kota malang hingga sempat mempelajari seni tarian jawa peninggalan Majapahit dan tentunya mempelajari bahasa indonesia dan bahasa jawa juga.

Selanjutnya Zelle pergi ke Paris dan setiap berkenalan atau bertemu dengan orang yang bar dikenal Zelle selalu menyebut dirinya dengan sebutan Mata Hari sebagai nama panggung untuk pertunjukan menari bergaya erotis. Terbukti nama Matahari lebih memikat dan mudah di ingat serta mempunyai spirit tersendiri di mata pentonton.

 

Awal Karir Matahari Menjadi Mata Mata Yang Mematikan

Sebelum terjun di dunia mata mata atau spionase, perempuan berparas mirip orang india ini memiliki kode rahasia H21 ini mengawali kariernya sebagai penari erotis (penari yang meliuk-liuk di tiang )di Paris. Berbekal paras cantik dan tubuh yang sexy serta keahlian erotic temple dances yang dipelajari di India, Matahari menjadi terkenal di mana-mana bahkan hampir setiap kalangan orang pasti mengenalnya, Matahari semacam maskot atau icon saat itu. Maka, Wajar bila kemudian tawaran untuk menari banyak berdatangan dari kota kota besar di Eropa bahkan Mesir. Kondisi inilah yang kemudian menyeretnya dalam dunia spionase atau mata mata. Saat menjadi stripper(penari striptis) di Berlin, Agen rahasia Jerman merekrutnya.

Mata Hari kemudian sering bepergian baik antar kota maupun keluar negeri. karena terkenal sering keluar masuk suatu negara, maka hal yang mudah bagi dia untuk menyusup, termasuk dalam masa Perang Dunia I. Pada beberapa tempat dia melakukan affair dan mengget banyak kalangan terutama orang-orang penting, dia juga ditawari sebagai mata-mata Prancis dengan honor 1 juta Frank pada saat itu.

Mata Hari, tak hanya pernah tinggal di Indonesia saja, dia juga mempelajari tarian-tarian lokal di kota Malang saat itu. None Belanda ini kemudian terjun dalam dunia spionase semasa Perang Dunia Pertama. Operasi Rahasia intelijen ia jalankan melalui pekerjaannya sebagai penari erotis, tentunya penyamaran ini terbilang sukses di masa itu, dimana pertama kali agent rahasia yang menggunakan tarian untuk menutupi jati dirinya. Tubuhnya yang sexy dan paras catik dia gunakan sebagai Daya pikat dalam menggali informasi, jal ini yang membuat Mata hari  dijuluki sebagai “The Greatest Woman Spy.”

 

Matahari adalah Icon Wanita Sosialita Pertama di Dunia

Zelle pertama karier sebagai pemain sirkus saat memutuskan untuk pindah ke Paris pada 1903. Saat itu, ia menggunakan nama Lady MacLeod. Zelle juga sering berpose sebagai model artis untuk menyambung hidupnya sehari-hari.

Zelle Tenar karena tarian eksotisnya yang terinspirasi dari pelatih tari dari Hindia Belanda. Ia sezaman dengan tarian yang dibawakan Isadora Duncan dan Ruth St. Denis, dua tokoh penting dalam tarian modern abad ke-20 yang memadukan budaya Asia dan Mesir.

Pada 1905, Zelle diundang untuk menari oleh Emile Guimet, pemilik sebuah museum seni oriental. Guimet mendorong Zelle untuk mengadopsi nama panggung yang lebih menggugah dan menarik dibanding Lady Gresha McLeod, karena nama tersebut dianggap kurang menjual dan kurang berkharisma dan kemudian memilih nama Mata Hari yang pernah ia dapat saat di Indonesia. Sejak Merubah nama menjadi Matahari, popularitasnya di dunia tari melejit hingga dikenal seantero saat itu. Penampilan itu sekaligus menjadi titik balik popularitas Mata Hari. Penonton banyak yang terpikat oleh sensasi yang dibawanya.

History Channel menyebutkan, semasa tur keliling Eropa dengan sajian tariannya, ia menceritakan kisah bagaimana ia dilahirkan di sebuah kuil suci di India dan belajar tarian kuno dari seorang pendeta Hindu yang kemudian memberinya nama Mata Hari. Terlepas bahwa itu hanya kemasan pertunjukan selama berada di rumah-rumah opera dari Rusia hingga Prancis. Pasalnya, Sejak Zelle tinggal di Indonesia, saat di kota Malang tepatnya, di sinilah Zelle mengganti nama menjadi Matahari. Maka terlihat rancu ketika ada beberapa orang yang berpendapat bahwa matahari berasal dari nama pemberian pendeta hindu. Karena jelas bahwa kata Matahri diadopsi dari bahasa Melayu atau bahasa indonesia yang artinya Sang Surya.

Dalam perjalanan hidupnya sebagai penari erotis, dia juga sekaligus menjadi seorang pelacur yang terkenal. Pecahnya Perang Dunia Pertama justru menambah jam terbangnya kian melejit bersama para perwira militer berpangkat tinggi, pejabat pemerintahan dan diplomat dari berbagai negara.

Dengan menggunakan identitas warga Belanda, Mata Hari mampu melintasi batas-batas negara dengan bebas karena Belanda pada saat Perang Dunia Pertama bersikap netral. Untuk menghindari medan perang langsung, dia melakukan perjalanan antara Perancis dan Belanda melalui Spanyol dan Inggris. Kedekatan Mata Hari dengan para petinggi setempat juga membawanya kepada tawaran menjadi agen rahasia untuk Perancis.

The Guardian menyebutkan pada tahun 1915, dia meminta izin untuk mengunjungi kekasihnya, Kapten Vladimir Maslow, seorang pilot asal Rusia yang bekerja untuk Perancis di sebuah rumah sakit di Den Haag. Pejabat Perancis memfasilitasi keberangkatannya dengan imbalan perjanjian untuk memata-matai Jerman.

Pada Februari 1917, pihak berwenang Perancis menangkap Mata Hari karena aksi spionase. Mata Hari dijebloskan di penjara St. Lazare di Paris. Ia dituduh bertanggung jawab atas kematian ribuan tentara karena mengungkap rincian senjata dari pihak sekutu Perancis.

Akhir Tragis Kehidupan Sang Mata Mata, dijebak/di Kambing-hitamkan?

Menurut biography.com, beberapa sejarawan percaya bahwa Jerman menduga Mata Hari adalah mata-mata Perancis dan kemudian menjebaknya dengan sengaja menggunakan pesan palsu yang melabelinya sebagai mata-mata Jerman. Sehingga Perancis tentu saja percaya bahwa ia sebenarnya agen ganda Jerman. Hal ini membuahkan hasil dengan dijebloskannya Mata Hari ke penjara hingga berujung putusan hukuman mati.

Selama interogasi panjang yang dilakukan Kapten Pierre Bouchardon, seorang jaksa militer, Mata Hari yang telah menjalani kehidupan palsu justru melanjutkan memberikan kecerobohan dan fakta tentang keberadaan dan aktivitasnya.

Ia juga membuat pengakuan yang mengejutkan dengan mengatakan seorang dipomat Jerman pernah membayarnya dengan 20.000 franc untuk mengumpulkan data intelijen perjalanannya yang sering ke Paris. Tapi dia bersumpah kepada penyelidik bahwa dia tidak pernah benar-benar memenuhi tawaran tersebut dan selalu tetap setia kepada Perancis.

Ia juga mengaku hanya pernah menerima kompensasi uang ketika Jerman mengganti barang-barangnya yang hilang di kereta saat penjaga perbatasan Jerman mengganggunya.

“Seorang pelacur, saya akui itu. Seorang mata-mata (untuk Jerman), saya tidak pernah!” kata Mata Hari kepada jaksa.

Ketika Mata Hari mengakui bahwa seorang perwira Jerman membayarnya untuk layanan seksual, jaksa perancis menggambarkannya itu sebagai uang spionase.

Dengan Jantan Sang Mata Mata Menolak Menutup Kedua Matanya Saat Menghadapi Regu Tembak

99 tahun yang lalu, mengenakan jas biru dan bertopi, Mata Hari datang ke tempat eksekusi pada 15 Oktober 1917 bersama menteri dan dua biarawati. Ia mendatangi tempat duduk eksekusi yang telah disebutkan, membuang penutup mata dan memberikan tanda cium jarak jauh kepada tentara eksekutor. Mata Hari meninggal di depan regu tembak.

Misteri terus melingkupi kehidupan Mata Hari dan dugaan sebagai agen ganda. Kisahnya telah menjadi legenda yang masih mengungkit rasa ingin tahu. Kisah hidupnya telah melahirkan banyak biografi dan penggambaran sinematik melalui film Mata Hari tahun 1931 yang dibintangi oleh Greta Garbo seorang penari dan pelacur yang memerankan Mata Hari dan Ramon Novarro sebagai Letnan Alexis Rosanoff.

Fries Museum di Leeuwarden, Belanda, memamerkan “Mata Hari Room”. Termasuk dalam pameran tersebut adalah dua dari scrapbooks pribadinya dan karpet bordir oriental dengan jejak tari kipasnya. Terletak di kota asal Mata Hari, museum ini terkenal untuk penelitian mengenai kehidupan dan karier warga Leeuwarden yang terkenal di dunia ini.

Dari kisah nyata seorang mata mata terbaik yang pernah menetap di Indonesia tersebut, dapat kita tarik kesimpulan bahwa untuk menjadi mata mata profesional sekelas Margaretha Geertruida (Griet) Zelle atau Matahari, maka bukan hanya kecerdasan otak dan paras cantik saja, namun harus benar-benar total dalam menyamar menjadi apapun.

20 tahun lebih sang mata mata menjalani kehidupan glamour dan menjadi satu-satunya icon sosialita pada jaman itu, namun para koresponden dan fotografer hingga hari ini hanya bisa mendapatkan sedikit foto tentang matahari. Pertanyaanya, bagaiamana dengan ada yang ingin menjadi detektif swasta atau mata mata tapi foto anda tersebar dimana-mana?heheheh….

 

 

Bagikan ke teman: