Perselingkuhan Semakin Subur Di Indonesia

 

kesetiaan
kesetian itu mahal, Maka tidak akan bisa dimiliki oleh mereka yang murahan

 

5 Kerugian Orang Yang Melakukan Perselingkuhan

​Rasa jatuh cinta dan tergila-gila pada awal pernikahan adalah hal yang indah karena perasaan cinta masih melekat disana. Menurut peneliti Researchers at National Autonomous University of Mexico, saat seseorang jatuh cinta ada aktivasidan pengeluaran beberapa komponen kimia spesifik di otak seperti hormon dopamin, endorfin, dll. Yang membuat seseorang merasa bahagia. Namun hormon ini tak abadi, karena dapat berkurang seiring berjalannya waktu. Yang berakibat pada rasa bosan dalam kehidupan pernikahan. Jika tidak bisa mengendalikan keharmonisan rumah tangga maka biasanya perselingkuhan akan terjadi

​Seromatis apapun kedua pasangan yang telah menikah, mereka akan dihinggapi perasaan bosan dan masalah. Itu hal yang wajar karena tak ada yang berjalan mulus dalam suatu bahtera rumah tangga. Oleh karena itu, pernikahan tak hanya melulu mengenai romantisme, tapi lebih dari itu adalahkomitmen didalamnya. 

​Tak jarang dalam masa kebosanan, seseorang mencari ‘orang ketiga’ yang dirasa lebih baik dari pasangan hidupnya. Padahal, selingkuh bukan hanya menghancurkan hubungan yang telah susah payah dibangun sebelumnya, tapi juga buruk bagi kesehatan fisik dan mental seseorang.

​Berikut resiko akibat perselingkuhan menurut penelitian :

1. Resiko Terkena Penyakit Menular

​Semua orang setuju bahwa perselingkuhan/bergonta-ganti pasangan beresiko lebih tinggi terkena penyakit menular kelamin seperti HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya. 

Dilansir dari jurnal Sexual Medicine menyebutkan, pria yang memiliki hubungan cinta diluar pernikahan/melakukan perselingkuhan beresiko terserang penyakit menular seksual lebih tinggi dibandingkan mereka yang setia. Hal ini tentu bisa terjadi karena kebanyakan perselingkuhan melakukan aktivitas seksual mereka ditempat yang tidak tepat, tanpa persiapan, tanpa pengaman dan tentu dengan tingkat higienitas yang rendah.

2. Kecanduan Selingkuh

​Salah seorang bijak pernah berkata, menahan diri dari nafsu yang sesaat lebih baik daripada mencegah diri dari perbuatan buruk yang sudah dilakukan terus menerus.

​Sekali seseorang mengambil jalan perselingkuhan, bisa jadi dia tersadar di waktu yang lain, tapi tidak menjamin hal itu tidak terulang kembali. 

​Salah satu peneliti dari Princeton Neuroscience Institute bernama Neil Garret berkata, mungkin pada saat pertama kali anda selingkuh, anda merasa tidak enak dan bersalah. Namun, di kali berikutnya, rasa bersalah berkurang dan perselingkuhan menjadi lebih besar.

3. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

​Dengan berselingkuh, seseorang tidak hanya mengambil jalan menuju penyakit berbahaya yang menular dari aktivitas seksual, tapi sebelum itu bahkan mereka secara tak langsung justru melemahkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh.

​Dalam British Psychological Society dijelaskan bahwa, hal ini dapat terjadi karena perasaan bersalah yang menghantui, salah satunya dapat  meninggikan kadar hormon kortisol di dalam darah yang mengakibatkan sistem kekebalan tubuh melemah. Tentu sangat beresiko pada ketahanan tubuh seseorang terhadap penyakit, baik pria maupun wanita.

4. Pengeluaran Membengkak

​Tak dapat dipungkiri terutama untuk pria mapan yang berselingkuh. Fakta lapangan mengatakan bahwa, mereka akan mencoba yang terbaik bahkan lebih baik lagi dalam membahagiakan selingkuhannya dibandingkan pasangan mereka sendiri. 

​Hal ini tentu membutuhkan biaya yang tak sedikitdan terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam. Tak jarang, perilaku kejahatan ditempat kerja seperti korupsi marak terjadi karena para petinggi memiliki wanita simpanan lain yang harus dibahagiakan disamping kewajiban mereka menafkahi pasangan hidup mereka yang sah secara hukum dan agama.

​Bagi mereka yang tak begitu mapan, hal ini tentu membuat perekonomian keluarga menjadi rentan dan berakibat fatal pada hancurnya rumah tangga seseorang.

5. Menyakiti Pasangan Secara Mental

​Jarang disadari bahwa orang yang diselingkuhi juga mendapat efek negatif dari perilaku yang satu ini terutama dari segi mental.

​Para peneliti dari University of Colorado mengambil kesimpulan bahwa selingkuh berbahaya bagi kesehatan tubuh seseorang. Perselingkuhan tidak hanya memberikan pengaruh buruk pada orang yang berselingkuh saja, orang yang diselingkuhi juga merasakan dampak negatif pada mental mereka.

​Setelah fakta terungkap bahwa pasangan berselingkuh, seseorang akan sering merasa depresi. Merasa dikhianati yang berujung pada ketakutan. Perasaan depresi ini sama seperti depresi yang dialami oleh orang yang selamat dari kecelakaan mobil mengerikan.

​Pada akhirnya masalah perselingkuhan ini bisa saja menjangkit siapapun. Tergantung dari pribadi setiap orang bahkan seseorang yang sudah berkomitmen untuk setia pun terkadang tak luput dari masalah yang satu ini karena beberapa faktor saat menjalani hubungan bersama pasangan hidup.

​Jika pasangan mulai bertindak janggal, bukan dibiarkan tapi mencari jalan keluar terbaik dan pecahkan bersama pasangan. Karena bisa jadi, kepedulian anda untuk mengetahui lebih dini tentang pasangan anda justru bermanfaat untuk kesehatan hubungan anda kedepannya yang mungkin masih ada harapan untuk diperbaiki dengan cinta. 

​Ketakutan untuk mengetahui suatu fakta adalah hal yang wajar, tapi apa arti hubungan diatas kebohongan? Bisa jadi sikap membiarkan pasangan dan bersikap acuh tak acuh membuatnya semakin terjerumus ke dalam lingkaran yang tak seharusnya. 

​Selamatkan pasangan anda sejak dini dari perselingkuhan. Anda tentu tak sendiri, kami siap membantu. Kami detektif terpercaya yang sudah berpengalaman sejak tahun 1997 menangani berbagai macam kasus perselingkuhan.

Jika anda butuh bantuan, silahkan hubungi kami di : www.detektifperselingkuhan.com , aktif 24 jam untuk mendengarkan keluhan anda.

Baca Juga : Detektif Jack’s Angels Hanya Punya Satu Nomor Telephone Yaitu 083806664152

WhatsApp chat

You cannot copy content of this page